Ilustrasi WiFi lemot (Freepik)
WiFi Sering Lemot? Cek 6 Pengaturan Router Ini Biar Gak Dicuri Tetangga!
DB KLIK – Koneksi internet rumah yang tiba-tiba melambat sering kali bikin jengkel, apalagi pas lagi asyik streaming atau mabar. Kebanyakan orang langsung menyalahkan pihak penyedia layanan internet (ISP) saat sinyal mulai ngadat. Padahal, penyebab utamanya bisa jadi berasal dari router WiFi di rumahmu sendiri yang diam-diam ditumpangi oleh pengguna asing atau tetangga tanpa izin.
Sebagian besar pengguna biasanya langsung membiarkan pengaturan router begitu saja setelah teknisi selesai memasangnya. Padahal, konfigurasi standar pabrik seringkali menyimpan celah keamanan yang sangat mudah dimanfaatkan orang lain untuk mencuri bandwidth internet kamu. Jika dibiarkan, bukan cuma koneksi yang makin lemot, tapi data pribadi seluruh perangkat yang terhubung di rumah juga bisa terancam.
Gak perlu bingung atau harus jadi ahli jaringan untuk mengamankan koneksi rumahmu. Kamu bisa langsung memeriksa dan mengubah enam pengaturan router berikut agar jaringan internet kamu kembali kencang dan bebas dari penyusup.
1. Ganti Nama Pengguna dan Kata Sandi Administrator
Setelah router dipasang, banyak orang hanya mengganti kata sandi WiFi yang digunakan untuk menyambungkan perangkat. Padahal, kata sandi WiFi berbeda dengan kata sandi administrator yang memberikan akses penuh ke halaman pengaturan router. Data bawaan administrator terkadang masih tercetak pada stiker di bawah perangkat sehingga sebaiknya jangan dibiarkan terlalu lama.
Baca juga : Review TP-Link Archer AX80: Router WIFi 6 Pas untuk Gaming dan Streaming, Cek Spesifikasinya
Masuklah melalui aplikasi resmi atau alamat konfigurasi yang tercantum dalam buku petunjuk router. Setelah itu, ganti nama pengguna dan kata sandi administrator dengan kombinasi yang unik serta sulit ditebak. Jangan menggunakan nama, alamat rumah, tanggal lahir, merek router, atau kata sandi yang sudah dipakai pada akun lain. Simpan kata sandi baru dalam pengelola kata sandi agar kamu gak perlu mencatatnya di tempat yang mudah ditemukan orang lain.
2. Gunakan Enkripsi WPA3 atau WPA2-AES
Menu keamanan WiFi biasanya menyediakan beberapa pilihan enkripsi yang sekilas terlihat serupa. Kalau perangkat pendukungnya, pilih WPA3 Personal karena standar tersebut menawarkan perlindungan yang lebih baru. WPA2 dengan AES masih dapat digunakan ketika ada smartphone, laptop, atau perangkat pintar yang belum kompatibel dengan WPA3. Sebaliknya, hindari WEP, WPA lama, dan WPA2-TKIP karena sudah tertinggal dari sisi keamanan.
Jangan memilih standar lama hanya karena proses penyambungannya terasa lebih mudah atau kompatibel dengan semua perangkat. Kalau router gak menampilkan WPA3 maupun WPA2-AES, periksa apakah tersedia pembaruan perangkat lunak. Router yang sudah terlalu lama dan gak lagi menerima pembaruan keamanan patut dipertimbangkan untuk diganti.
3. Aktifkan Pembaruan Firmware Secara Otomatis
Router juga menjalankan perangkat lunak yang disebut firmware. Produsen biasanya merilis pembaruan untuk menutup celah keamanan, memperbaiki gangguan koneksi, atau menambah kompatibilitas dengan perangkat baru. Sayangnya, pemberitahuan pembaruan router gak selalu muncul di ponsel seperti pembaruan aplikasi.
Coba buka menu firmware update, system update, atau bagian serupa pada halaman pengaturan. Aktifkan pilihan automatic update jika router menyediakan fitur tersebut. Kalau router berasal dari penyedia layanan internet, tanyakan apakah pembaruan dikirimkan otomatis atau harus dilakukan secara manual. Jangan mematikan router ketika pembaruan sedang berlangsung karena proses yang terputus dapat membuat perangkat gagal bekerja dengan benar.
4. Matikan WPS, UPnP, dan Pengelolaan Jarak Jauh Jika Gak Digunakan
Tombol WPS memang praktis karena perangkat dapat tersambung tanpa mengetik kata sandi WiFi yang panjang. Fitur UPnP juga membantu konsol permainan dan perangkat lain berkomunikasi secara otomatis di dalam jaringan.
Sementara itu, fitur remote management memungkinkan pemilik mengubah konfigurasi router dari luar rumah. Kemudahan tersebut turut menambah jalur akses yang perlu diamankan. Jika gak benar-benar membutuhkannya, nonaktifkan WPS, UPnP, dan remote management melalui halaman konfigurasi.
Beberapa konsol permainan atau kamera mungkin masih membutuhkan UPnP sehingga sebaiknya periksa buku petunjuknya sebelum mengubah pengaturan. Aktifkan kembali hanya fitur yang memang diperlukan, bukan semuanya sekaligus karena alasan praktis.
5. Pisahkan Tamu dan Perangkat Pintar dari Jaringan Utama
Ketika keluarga atau teman berkunjung, permintaan kata sandi WiFi sudah menjadi hal yang biasa. Namun, membagikan kata sandi utama kepada banyak orang membuat akses jaringan semakin sulit dikendalikan. Solusinya adalah mengaktifkan jaringan tamu dengan nama dan kata sandi yang berbeda dari jaringan utama.
Jaringan tersebut juga dapat digunakan untuk perangkat Internet of Things (IoT), seperti kamera, lampu, televisi, atau colokan pintar. Pemisahan ini membantu mencegah perangkat pada jaringan tamu mengakses laptop, penyimpanan, dan printer di jaringan utama.
Jika tersedia, aktifkan pula pilihan isolasi perangkat agar sesama pengguna jaringan tamu gak bisa saling mengakses. Tetap gunakan kata sandi yang kuat karena jaringan tamu bukan berarti jaringan tersebut boleh dibiarkan terbuka.
6. Aktifkan Firewall dan Periksa Daftar Perangkat Terhubung
Sebagian besar router modern sudah dilengkapi firewall bawaan untuk menyaring koneksi yang gak diinginkan. Fitur tersebut biasanya aktif sejak awal, tetapi pengaturannya dapat berubah setelah router diatur ulang.
Buka menu keamanan dan pastikan firewall masih dalam keadaan aktif tanpa mengubah aturan lanjutan yang gak kamu pahami. Setelah itu, periksa daftar perangkat melalui menu connected devices, wireless clients, atau DHCP clients.
Cocokkan perangkat yang muncul dengan smartphone, laptop, televisi, dan perangkat pintar milik penghuni rumah. Jika menemukan nama perangkat yang gak dikenali, putuskan sambungannya lalu ganti kata sandi WiFi. Terakhir, keluar dari akun administrator setelah pengaturan selesai agar halaman konfigurasi gak dibiarkan terbuka.
Baca juga : D-Link DWR-M920 N300: Router 4G LTE Berkualitas dengan Harga Terjangkau
Selain melakukan penyesuaian pada sistem keamanan, pastikan kamu menggunakan router berkualitas agar jangkauan sinyal WiFi di rumah lebih luas, stabil, dan sanggup menampung banyak perangkat sekaligus tanpa membuat koneksi melambat. Kamu bisa membeli router impianmu secara langsung melalui website resmi DB KLIK, aplikasi mobile DB KLIK, mendatangi toko fisik DB KLIK terdekat di kotamu, atau langsung klik tautan berikut ini.
Salah satu rekomendasi yang bisa jadi pilihan tepat untukmu adalah D-Link DIR-3060 EXO AC3000 Tri-Band Gigabit WiFi 5, yang saat ini sudah tersedia di DB KLIK. Router ini sudah dibekali teknologi Tri-Band dengan kecepatan hingga 3000 Mbps serta dukungan fitur keamanan canggih yang sanggup menjaga seluruh jaringan rumahmu tetap aman, stabil, dan bebas dari gangguan penyusup.
KESIMPULAN
Menjaga kecepatan dan keamanan WiFi rumah tidak cukup hanya dengan mengandalkan kata sandi yang panjang. Melakukan pengecekan berkala pada enam pengaturan router diatas merupakan langkah preventif yang sangat efektif untuk mencegah tetangga atau pengguna tak dikenal mencuri akses internet kamu. Selain bikin koneksi kembali stabil dan lancar, mengamankan router juga melindungi seluruh perangkat rumah dari ancaman siber.
DB KLIK – Toko Komputer Surabaya terpercaya di Indonesia. Kami menghadirkan solusi kebutuhan elektronik terlengkap, mulai dari laptop, gadget, perangkat gaming, produk lifestyle, hingga aksesoris pendukung lainnya. Nikmati pengalaman belanja hemat dan mudah melalui Website DB Klik atau unduh Aplikasi DB KLIK di Play Store dan App Store. Belanja di DB KLIK, dijamin produk orisinal dan berkualitas!
