Canggih atau Ancaman? WiFi Rumah Kini Bisa Deteksi Manusia Tanpa Kamera
DB KLIK – Perangkat router WiFi yang selama ini terpasang di sudut rumah, kantor, atau kafe ternyata menyimpan potensi rahasia yang mengejutkan. Tanpa perlu dimodifikasi dengan alat tambahan, sinyal WiFi konvensional kini dilaporkan bisa beralih fungsi menjadi instrumen pemantau yang sangat akurat.
Sebuah studi mutakhir dari para ilmuwan di Karlsruhe Institute of Technology (KIT), Jerman, mengungkapkan bahwa karakteristik sinyal WiFi dapat digunakan untuk mengenali identitas seseorang dengan tingkat presisi fantastis mencapai 99,5 persen.
Riset yang dipresentasikan dalam ajang bergengsi ACM Conference on Computer and Communications Security ini pun langsung memicu perdebatan: apakah teknologi ini sebuah lompatan inovasi yang canggih, atau justru ancaman baru bagi privasi kita?
Membaca Gerakan Lewat Pantulan Sinyal (WiFi Sensing)
Sistem pemantauan ini mengandalkan metode yang kerap disebut sebagai WiFi sensing. Konsep dasarnya berputar pada sifat alami gelombang radio.
Saat router memancarkan sinyal ke seluruh ruangan, gelombang tersebut tidak hanya mengalir lurus, melainkan akan memantul, menyebar, atau diserap oleh objek dan manusia yang ada di sekitarnya.
Baca juga : Pose Peace saat Selfie Bisa Bikin Sidik Jari Bocor? Cek Fakta Sebenarnya
Dengan menganalisis perubahan kecil pada perilaku gelombang radio yang diterima kembali oleh router, sebuah sistem pintar dapat memetakan kondisi fisik lingkungan tersebut.
"Melalui pengamatan pada rambatan gelombang radio ini, kami mampu merekonstruksi citra lingkungan serta mendeteksi kehadiran orang-orang di dalamnya," jelas Thorsten Strufe, profesor di KIT sekaligus salah satu periset dalam studi ini yang dikutip dari Kompas, Rabu (3/6/26).
Strufe mengibaratkan teknologi ini bekerja layaknya kamera pengawas (CCTV). Perbedaannya, jika kamera biasa menangkap pantulan cahaya, sistem ini memanfaatkan spektrum gelombang radio untuk mengenali targetnya.
Celah Keamanan dari Fitur Pengarah Sinyal
Salah satu temuan paling krusial dalam riset ini adalah pemanfaatan fitur beamforming, sebuah teknologi yang jamak ditemukan sejak era WiFi 5. Fitur ini sejatinya bertujuan mulia, yaitu mengarahkan pancaran sinyal secara fokus ke perangkat gawai (gadget) pengguna agar koneksi lebih stabil dan efisien.
Agar proses pengarahan sinyal berjalan lancar, gawai akan mengirimkan data umpan balik secara berkala ke router.
Sayangnya, enkripsi keamanan tidak diterapkan pada data umpan balik ini. Akibatnya, aliran data tersebut dapat diakses secara bebas oleh siapa saja tanpa perlu perangkat keras khusus, bahkan tanpa harus membobol kata sandi jaringan WiFi tersebut.
Hebatnya lagi, sekaligus mengerikan, sistem ini tetap bisa mendeteksi pergerakan seseorang meskipun orang tersebut sama sekali tidak mengantongi smartphone atau perangkat digital apa pun.
Melacak Pola Jalan Melalui Machine Learning
Untuk membuktikan keampuhannya, tim peneliti KIT menguji coba teknologi ini kepada hampir 200 sukarelawan. Para partisipan diminta berjalan melewati area pancaran WiFi dengan gaya jalan masing-masing.
Data gelombang yang terdistorsi oleh lekuk tubuh dan gaya berjalan para peserta kemudian diumpankan ke dalam model kecerdasan buatan (machine learning).
Hasilnya, sistem hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk mengenali siapa yang sedang lewat hanya berdasarkan karakteristik langkah kakinya. Yang dilacak murni adalah siluet fisik tubuh saat memotong jalur rambatan sinyal, bukan perangkat yang dibawa.
Julian Todt, peneliti lain yang terlibat dalam proyek ini, memberikan peringatan keras. Jika teknologi ini disalahgunakan, setiap router komersial di tempat umum bisa bertransformasi menjadi alat pengintai massal secara senyap.
Sebagai contoh, identitas Anda bisa direkam dan dikenali secara otomatis hanya karena Anda rutin berjalan melewati kafe yang memancarkan WiFi.
Lebih Akurat Dibanding Metode Lawas
Eksperimen melacak manusia lewat WiFi sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, ilmuwan sempat menggunakan metode Channel State Information (CSI) yang mengukur distorsi sinyal saat membentur dinding atau manusia.
Baca juga : RAM DDR5 Palsu Kini Mulai Ramai Dijual di Pasaran, Kenali Ciri-cirinya Agar Tidak Tertipu
Namun, metode CSI dinilai kurang efisien karena membutuhkan pembongkaran firmware internal pada router dan tingkat akurasi pengenalan gaya jalannya hanya mentok di angka 82,4 persen. Sementara metode baru berbasis data beamforming ini jauh lebih praktis, tidak memerlukan modifikasi perangkat, dan mendekati sempurna secara akurasi (99,5 persen).
Menyikapi celah privasi yang fatal ini, para peneliti mendesak Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) untuk segera turun tangan.
Komunitas ilmiah berharap regulasi pertahanan privasi yang lebih ketat dapat diintegrasikan pada standarisasi teknologi masa depan, khususnya pada regulasi baru berkode 802.11bf yang nantinya akan mengontrol pemanfaatan aplikasi WiFi sensing.
Sambil menunggu standarisasi keamanan tersebut rampung secara global, menjaga keamanan perangkat jaringan di rumah tetap menjadi prioritas utama. Bagi kamu yang ingin memperbarui sistem keamanan jaringan atau mengganti perangkat router dengan teknologi enkripsi terbaru, yuk temukan berbagai pilihan router WiFi terbaik dan terpercaya di DB KLIK. Kamu bisa langsung membelinya dengan mudah melalui Website DB KLIK, Apps DB KLIK, atau dengan mengeklik tautan ini agar internetan di rumah tetap aman dan nyaman!
DB KLIK – Toko Komputer Surabaya terpercaya di Indonesia. Kami menghadirkan solusi kebutuhan elektronik terlengkap, mulai dari laptop, gadget, perangkat gaming, produk lifestyle, hingga aksesoris pendukung lainnya. Nikmati pengalaman belanja hemat dan mudah melalui Website DB Klik atau unduh Aplikasi DB KLIK di Play Store dan App Store. Belanja di DB KLIK, dijamin produk orisinal dan berkualitas!





